Teruntukmu..
Ketika aku tahu bahwa ada cinta yang pernah kita rasa disetiap hembusan nafasmu, ketika itu aku pernah merasa kau ada disetiap detikku walau kau mendatangi kau ketika kau kosong.
Teruntukmu..
Dulu aku mendengar untaian kata yang kau lantunkan hanya untuk membuatku memberikanmu senyum terindah kepunyaanku. Tapi aku tak memberikannya karena aku bukan wanita yang mendambakan untaian kata indah, hanya cukup kau mengerti keberadaanku.
Teruntukmu..
Pernah kau memberikanku hadiah terindah selama hidupku, kejutaan terindah selama waktuku tapi bukan itu yang ku harap, aku hanya mau kau mengingat kejadian yang pernah kita lalui.
Teruntukmu..
Pernah kau meninggalkanku dengan senyum dan harum tubuhmu tapi kau tak pernah tau penantianku takkan ku sebut hingga kau menyadari bahwa aku pernah menanti.
Teruntukmu..
Dulu kau menangisiku, memintaku untuk tetap tinggal bersamamu walaupun kau sempat menusukku tapi ku tetap mencoba menemanimu dalam kesepian, menenangkanmu dalam tangismu.
Teruntukmu..
Ketika aku pernah menyakitimu tanpa sebuah pilihan lagi tapi kau memakiku dan kau mengusirku dalam kehidupanmu tapi apa aku tak kuasa menahanmu untuk tetap tinggal bukan karena ku benci.
Teruntukmu..
Kini, tak ada sebuah film yang menampilkan kita sebagai pasangan utama. Kini, tak ada lagi senyum yang kita buat bersama.
Setidaknya aku tau, kau pernah ada dan pernah hadir di sela kehidupanku. Setidaknya pernah ada harum tubuh yang kau tinggalkan di indera penciumanku.
Aku takkan bersuara, takkan mendengar, takkan melihat tapiku hanya merasa.
Aku tahu kini, diamku adalah cinta.
No comments:
Post a Comment