Sebut saja dia Hakim. Lelaki yang kini menemani waktuku disela-sela aktifitasnya. Lelaki yang selalu menciptakan lengkungan senyum dibibirku hinggaku merasa nyaman berada didekatnya. Dari Hakim aku belajar pengorbanan cinta yang kadang diluar batas kemampuanku untuk memikirkannya. Hakim, lelaki yang membuatku untuk menentukan sikap permasalahanku. Berbincang dengannya terkadang membuatku mendapatkan figur yang dapat membimbingku. Awalnya, aku dan Hakim tidak memiliki kedekatan khusus walaupun kami satu atap dalam menuntut ilmu, bahkan aku dan dia tidak pernah bertegur sapa tapi entah mengapa keadaan itu berubah, kami dipertemukan dalam keadaan yang tidak masuk akal dan memang tidak pernah terpikirkan untuk mengenalnya lebih jauh. Tapi sekarang, aku mempercayai skenario ini, karena aku yakin ini jalan yang harus aku lalui dengannya atas izinNya.
Hakim, Hakim dan masih Hakim, lelaki yang memiliki kegemaran dibidang olahraga, terlebih utama Basket. Pada dasarnya dulu aku mendambakan lelaki Pemain basket, kini aku mendapatkan itu, dan lagi-lagi Tuhan mengabulkan itu.
Lelaki yang kusebut Hakim inipun menyukai musik, apalagi saat ia harus menabuh drum dengan alunan seni yang dimilikinya. Hakim, lelaki yang mengorbankan egoisnya hanya untuk menungguku menyelesaikan aktifitasku. Hakim, lelaki yang datang ketika ku merasa kekosongan cinta melandaku. Hakim, lelaki berkulit sawo matang ini terkadang membuatku menjadi sosok wanita teristimewa karena sikapnya yang memperlakukanku bak seorang putri. Semoga kasih sayang yang ditunjukkan kepadaku ini bukan hanya klise semata, bukan hanya kebahagian di awal kami bersama, dan bukan hanya ajang mempermainkan perasaan. Aku berharap Hakim bisa berlaku ADIL dengan perasaanku kini dan nanti. Kini bersamanya aku ingin menjalani perjalananku. Tak ada ragu dan yg meragukan. Berbagi kisah dengannya semoga saja dapat menciptakan sesuatu yang belum pernah terciptakan di kisah-kisah lalu. Hakim terima kasih untuk tidak meragukan aku dan perasaanku lagi saat bergandeng kedepan denganmu.

No comments:
Post a Comment