Sunday, March 27, 2011

taqwa hati

"kau terlihat cantik dan sholeha bila kau menutup auratmu, san" rama menasehatiku.
"aku belum siap, karena aku harus membenahi sikapku terlebih dahulu" jawabku lancar tanpa henti.
"aku menyukai wanita yg menutup auratnya secara menyeluruh" nasihatnya lagi dan membuatku tersinggung.
"trus mengapa kau menyukaiku?" aku jawab dengan sinisnya.
"iya tapi aku lebih menyukai jika kau seperti itu" dia tidak mau kalah.
"kau lebih mencintai wanita berkerudung atau tidak?" tanyaku datar, sebenarnya airmataku seakan sudah keluar dimata hatiku.
"aku tidak bisa menjawab" jawabnya menerawang kedepan.
"mengapa kau tidak bisa menjawab?"
"karena aku bimbang"
"lihat mataku! Kau menyukai wanita seperti apa?" tanyaku menatapnya.
"aku menyayangimu tapi aku lebih memilih wanita berbusana rapat" katanya dan itu menusukku.
"putuskan aku!"
"mengapa seperti itu? aku menyayangimu san"
"kau terlalu banyak menuntutku menjadi sempurna dimatamu, aku berterima kasih karena kamu selalu menasihatiku tapi aku tidak sanggup dengan tuntutanmu" kataku dengan bergenang airmata. "rama, percuma kalau kita bersatu karena kau tidak mencintaku secara menyeluruh. Bukankah yang paling indah adalah TAQWA HATI dibanding TAQWA KERUDUNG? Aku hargai jalan pikiranmu, tapi ku mohon kau hargai jalan pilihanku. Kita beda, lebih baik berakhir" aku menangis dan bergegas pergi. "cukup kau tau rama, aku pun ingin menjadi wanita yang kau idam-idamkan tapi aku masih mengimbangi dengan ketetapan hatiku. Jangan sesekali kau lihat, kami para wanita tak berkerudung dan kau berfikir kami tidak baik. Lihat semuanya dengan mata hatimu" aku langsung pergi tanpa menoleh kembali. Hatiku terlalu sakit karena ucapannya. Dia tak menahanku dan ku tau dia menyesali perkataannya.

2 comments:

  1. Wahai wanita berjilbab hitam yang jauh entah dimana,
    Jagalah dirimu walau engkau tak disisi ku lagi,
    Sungguh dahulu ku berharap kau berikan secuil cinta,
    Mungkin Ini jalan yang terbaik tuk cinta suci kita ini,,,,

    ReplyDelete