5 april 2009
"aku sudah bersama yang lain, Nta" Duta tertunduk tak kuasa menyatakan yang terpahit dalam hidupnya.
"aku sudah mengetahuinya, perasaanku yang mengatakan demikian" Genta menerawang kedepan. ia tahu karena detik ini ia harus kehilangan sosok yang yang dicintainya. "aku turut bahagia dengan keputusanmu ini" Genta tersenyum dan menggenggam tangan lelaki yang ia cintai. Duta menangisi kebodohannya.
"aku sangat mencintaimu Genta Ariani tapi ku tak bisa meninggalkannya" duta mempererat genggamannya.
Genta berdiri dan berjalan menuju pohon cemara didepannya. "semua sudah berlalu, Ta. aku dan kamu hanya sepercik kisah lalu yang tak harus kita paksakan unmtuk bersama lagi. memang aku menunggumu dan kaupun menungguku. kita saling menunggu. tapi mungkin kau tak sanggup menungguku, aku ikhlas dan sudah aku perkirakan ini sebelumnya bahwa kau tak mampu menungguku. biarlah ini menjadi pelajaran kita, mungkin aku yang memang salah karena sudah membiarkanmu lama menunggu" Genta menangis dan dengan sigap ia menghapusnya.
" aku tak ingin kau jauh Nta, aku mau kamu tetap disini" Duta tak sanggup.
" kau seorang lelaki bukan? seharusnya aku yang melarangmu pergi dan meninggalkan dirinya. tapi aku tak ingin semua kisah lalu aku tangisi"
"aku menangis karena kisahku dan kisahmu terlalu dalam ku rasa" Genta memeluk Duta.
"aku yakin kau akan bahagia bersamanya. sayangi dirinya sebagaimana kau menyayangiku. aku tidak akan marah dengan tindakanmu ini. aku sangat marah bila kau menyakitinya. aku sudah ikhlas dengan keputusanmu" genta menenangkan duta. genta memeluk duta, di balik punggung lelaki itu ia menangis. semua seperti disambar petir yang begitu dahsyat. ia harus berpura-pura kuat hanya untukmelihat lelaki yang dihadapnya tenang.
"Nta, kau percaya takdir?"
"ya sangat percaya dan hal itu yang membuat aku tenang. bila aku dan dirimu memang disatukan kita akan bertemu lagi, bukan?"
" iya, jodoh tidak akan kemana yah? duta memaksakan senyumnya.
" iya kau benar. mulai detik ini kita menjalani hidup kita masing-masing. aku pamit yah. jaga perasaan pacarmu yah Duta Ganteng. hehehehe" Genta bergegas pergi. air matanya jatuh ketika ia berjalan. " Tuhan, biarkan dia menjadi orang terakhir yang ku cinta" dalam hati genta berbicara.
Duta terdiam. masih terdiam. " Tuhan biarlah nanti aku kau pertemukan aku kembali dengannya. dengan cara apapun. aku sangat mencintainya.
27 Januari 2010
"Sister, tolong ambilkan kantung oksigen!!!!" dokter hendra terlihat terburu-buru. segera ia menangani genta dengan kemampuannya. memberikan obat pereda rasa sakit, memasang oksigen karena genta seperti susah bernafas dan memberikan berbagai macam alat untuk meringankan penderitaan Genta. dokter keluar dari ruangan ICU.
"bagaimana dok? Ibu tiri Genta menanyai kabar anaknya.
"semuanya kita pasrahkan saja pada yang kuasa. Leukimia yang dialami anak ibu sangat akut. penanganan ini terlambat tapi saya akan berusaha semampu saya untuk menbantunya"
ibu genta terpukul karena tak pernah mengetahiu penyakit anaknya. meskipun bukan anak kandungnya tapi ia sangat mencintai genta.
"Saya sudah memberikannya obat agar sakitnya tidak terlalu terasa"
"terima kasih dok. lakukan yang terbaik untuk anak saya dok.
bersambung :)
No comments:
Post a Comment