DIA. wanita malang tak bernoda. terhempas oleh kejamnya krikil kesucian.tak terbayar pengkhiantan kasih. jiwa disemayamkan kepada tuan tubuhnya.
meski tercekik pilu, ia tegar. memilih bertahan menyakiti batin terpendam.
andai kepedulian tuannya seperti sedia kala, ketika ia menjadi tahta teratas dihati tuannya. tapi semua berubah, ketika cintanya harus mengenal poligami.
PRAK. tangan hitam menghampiri kecewanya. tegap seram bergemuruh tak berperasa hingga ia terenyuh. sigap tuan datang menghampiri tubuh lemahnya tak membelai tapi tuannya menusuk.
penantiannya sia-sia. tuannya pergi melakukan ijab kabul tanpa sepengetahuannya. semua di duakan
termasuk kepatuhannya.
tinta cinta wanita malang.....
tak terpikir dahulu kau mengejar.
setelah terestui kau buang.
tak bisakah kau ukur kadar emas cintaku.
bukan perak.
sinarku takkan kau temui.
mana ada wanita memilih terbudaki sepertiku tapi kau melakukannya.
dentuman tanganmu menggelegar direlung hati.
darah menampakkan diri seketika.
airmata bermuara tanpa perintah.
kau terus melakukan sebelum puas.
saatku berlutut, tak jarang kau memperlakukanku bak bola.
berguling kesana kemari.
ingatkah? aku pernah kau ijab. dengan qobul dari orangtuaku.
No comments:
Post a Comment