Tak ingin menatap terlalu jauh.
Kau tanpa cahaya.
Gelap dan kusam.
Seperti itu sepenglihatanku.
Membuatku muak dan berbalik menjauh.
Tak ada simpati.
Tak ada penyesalan.
Semakin kuat bahwa jalanku tak salah.
Kau berlalu, matamu tajam ketika mereka ada.
Tapi seketika kau lembut tanpa ada yang melihat.
Didepan mereka, kau seolah membenciku.
Aku terima ikhlas.
Tapi semakin lama aku muak.
Kau tak mencoba menjadi dirimu.
Matamu yang kau tunjukkan seakan ingin mereka ikut menerkam.
Tak pernah sadarkah?
Kau yang membuatku mengalami trauma.
Walau tampak disekitar aku yang cendrung disalahkan.
Tapi tak pernah sadarkah?
Aku semakin muak melihat tingkahmu.
Tak inginku mengenal jauh tentangmu.
Takkan ada lagi sapa.
Takkan ada lagi senyum.
Bukanku ingin menyakiti silaturahmi tp ini jalan terbaik karena sandiwaramu yang bisa memainkan mimik.
Didepanku membaik. Dibelakangku menyakitkan sungguh jauh.
Aku terima tatapan bencimu dan semoga kau menerima kemuakanku melihatmu.
No comments:
Post a Comment