Saturday, April 9, 2011

Mentari


Sarah menangis di dalam kamarnya. isaknya begitu terdengar. tak dapat menyembunyikan semua penat dihatinya, terlebih karena cinta. dia baru saja kehilangan. lebih tepatnya kehilangan seorang pria yang sempat miliknya. tak mampu merangkai senyum indah untuk saat ini. bukan dia berlebihan, memang bisa dipastikan setiap ia mengingat cinta lelaki itu hatimya selalu terenyuh dan tanpa perintah, air matanya terjatuh. tapi didepan orang banyak bahkan didepan lelaki itu, ia masih mampu menyembunyikan tangisnya. ia masih mampu tersenyum walau terasa pahit.
Sarah mengerti semua ini hanya sebuah proses kehidupan. dimana ada masa lalu dan masa kini yang harus ia lalui. sangat tampak bahwa ia membutuhkan bahu seseorang. dia membutuhkan teman. dia ingin berteriak dan bilang didepan lelaki itu. "aku sangat mencintaimu, lebih dari yang kau kira".
sarah ingat ketika lelaki itu ( sebut saja Rian ), pernah mengisi kehidupannya. sekarang rian sudah menjadi sejarah. hanya ada pelajaran yang dapat ia ambil dari Rian, tidak lebih dari sebuah pelajaran.
RIAN adalah sesosok pria yang mempunyai ruang kecil di hatinya. tak dapat diganti dengan siapa pun. karena rian selalu bersinar didalam ruang yang tersembunyi. tak ada yang dapat mengetahui dimana letak Rian di hatinya. tak ada yang dapat mengusik cintanya untuk rian. tetapi semua ia coreng dengan suatu kesalahan mengambil keputusan yang seharusnya tak seperti itu ia melangkah. Sarah pergi dengan pria lain, yang bersedia memberikan cinta melebihi Rian. suatu pilihan yang sangat sulit ia lalui. antara Rian dan lelaki itu. akhirnya ia berani meninggalkan rian, walau hatinya saat itu perih bukan main.
bukan ia tak mencintai Rian lagi, bukan karena ia ingin menyakiti hati pria yang sangat dicintainya itu. tapi ia sadar, betapa perbedaan yang sangat tampak di depan hubungannya dengan Rian. rian jauh, mereka jangan bertemu dan jarang berkomunikasi seperti pasangan lainnya. hanya di waktu tertentu rian dapat menghubunginya. sarah pun enggan untuk menghubunginya terlebih dahulu karena ia sadar akan mengganggu kekasihnya itu ( kini mantan kekasih ) dalam bekerja. bahkan sudah terjadi suatu kesepakatan antara mereka bahwa sarah tak perlu menghubungi rian karena rian yang akan menghubunginya. pada awalnya sarah mengerti. ia berani menunggu kabar untuk orang yang ia sayangi. akan tetapi lambat laun semua berubah. rian jarang menghubungi. sarah hanya bisa menangis. menunggu kabar tanpa berani menghubungi rian terlebih dahulu. mungkin rian tak pernah tau betapa sesungguhnya sarah sangat merindukannya. betapa sebenarnya sarah tersiksa dengan semuanya. betapa sebenarnya sarah ingin mengatakan " bahwa aku merindukan kamu yang dulu, saat pertama kau mendekatiku" tapi sarah tak mampu.ia masih sabar, hingga suatu ketika datang seorang lelaki sebut saja dia Kiki. dia datang memberikan semua cinta yang ia miliki untuk sarah. hari di lalui dengan kiki yang selalu bersedia menemaninya. akhirnya sarah memilih melanjutkan kisah cintanya dengan kiki dan meninggalkan rian. karena ia tahu rian akan lebih bahagia bersama orang lain. dan ia tahu, bahwa ia tak mampu hidup tanpa rian, sehingga ia memberanikan diri untuk meninggalkannya dan melaluinya dengan orang lain. ia ingin terbiasa hidup tanpa rian karena ia takut rian mengecewakannya disana.
ketika awal hubungannya dengan Kiki, ia sangat menyukainya dan nyaman ada di dekatnya. tapi lambat laun semua berubah ia merasa tidak senyaman lalu. kiki terlalu baik dan selalu mengalah untuknya. hingga ia tak mampu menyakiti kiki lebih lanjut dan ia mengakhiri hubungannya dengan kiki. ia lebih cocok untuk menjadi seorang teman tanpa ada hubungan spesial.
sarah memilih untuk sendiri menjalani hidupnya. tanpa ada yang mengganggunya terlalu jauh. karena ia lelah dengan semua perkara di hatinya. ia tidak terlalu kuat untuk menghadapi kisah seperti ini. ia lebih memilih tersakiti daripada menyakiti pihak tertentu. lebih baik ia mencintai seseorang dengan caranya sendiri sehingga ia tau bagaimana rasanya mencintai tanpa harus tau bagaimana rasanya di cintai.
suatu ketika, rian datang kembali. dan menginginkan hati ini. tapi sarah menolak karena ia belum mampu untuk menjalin kisah dengan orang lain, terlebih karena ia terauma dengan kisah yang dialaminya. rian mengerti dan mungkin ia mencoba untuk menunggu sarah hingga siap menerimanya kembali. rian sangat tau bagaimana perasaan sarah terhadapnya terlebih keluarga sarah yang sudah menerima keberadaan rian. hari demi hari, rian semakin dekat dengannya. ia kembali menjadi rian yang dulu pernah hilang. ia kembali mengembalikan senyum yang hampir hilang dihadapan sarah. sarah berjanji setelah nanti ia siap, ia akan mengatakan apa yang sebenarnya ia rasa kepada rian. asal rian mampu menunggu hingga hatinya siap mengulang kisah yang pernah ada.
pada suatu ketika, sarah memiliki firasat tentang rian. entah ini firasat yang berapa kali. hampir semua firasatnya hampir benar. saat itu, sarah memiliki firasat bahwa lelaki yang di cintainya telah bersama orang lain. entah firasat itu datang dari mana. mungkin karena perasaannya terlalu dalam hingga ia mampu berbuat sedemikian.
beberapa hari dari firasatnya itu, ternyata dugaanya benar. ia sudah bersama dengan yang baru. mau marah tapi takkan pernah ada gunanya. sebenarnya, sarah ingin mengatakan sesuatu, di hari tanggal dan waktu yang sudah ia rencanakan sebelumnya. ia hanya menyuruh rian untuk menunggu sampai waktu nanti, sebagaimana sarah yang berani menunggu rian di dalam kesunyiaannya. berharap rian kembali seperti sediakala, menawarkan sejuta perasaanya kembali. tetapi semua sudah terlambat. ia sudah di miliki yang lain. sarah hanya menangisi perbuatannya. tak ada guna melalukan apapun. ia hanya mampu mengatakan " terima kasih untuk sejarah yang berguna ini. dan aku turut berbahagia. semoga lebih langgeng hubungnnya" mungkin takkan pernah ada yang tahu, ia menangis ketika mengatakan hal itu tapi iya tak memperbesar isakannya. ia tak ingin rian mengetahuinya. satu kata yang paling di ingatnya dari rian adalah " menikah denganku yah, Rah" entah rian masih ingat ajakannya itu atau tidak. yang sarah tahu, jodoh takkan pernah kemana. dan sarah akan mengikhlaskannya tanpa ada penyesalan telah mengenalnya apalagi menyesali keputusannya sejak awal. "aku yakin ia akan bahagia dengan yang lain tanpa aku tampak di hadapnya' ia tersenyum dan kembali mengatakan " mentari bersinar pada ruangnya sendiri"
cepat-cepat sarah menghapus airmatanya dan mengganti dengan senyum untuk menatap hari esok :D


No comments:

Post a Comment